Cara Menyimpan Jilbab Yang Benar Agar Tetap Rapi Dan Tidak Kusut

Cara Menyimpan Jilbab Yang BenarCara Menyimpan Jilbab Yang Benar Agar Tetap Rapi Dan Tidak Kusut, Jilbab cukup populer di kalangan wanita berhijab. Banyaknya jenis dan jumlah jilbab sudah biasa bagi wanita. Tetapi, tidak semua wanita mampu mengatur jilbab dalam penyimpanannya.

Pasalnya, tak jarang juga ketika mereka akan memakainya, ternyata jilbab itu kusut dan harus disetrika ulang. Membuang waktu dan membuang banyak ruang penyimpanan menjadi masalah bagi wanita Muslimah.

Tapi, tenang saja. Ruang Muslimah akan membahas bagaimana cara melipat dan menyimpan jilbab agar tidak kusut dan tidak memakan banyak tempat. Berikut penjelasannya.

Sebenarnya dengan melipat dan menumpuk jilbab akan membuatnya tetap rapi. Tetapi, yang jadi masalah adalah bagaimana cara pengambilannya. Tak jarang ketika malas mengambil jilbab dengan hati-hati, kita malah justru memberantakannya lagi.

1. Digulung di Boks

Jika di rumah punya boks baik yang terbuat dari kardus, rotan, plastik atau bahan apapun itu yang dalam keadaan baik, maka jangan ragu untuk menyulapnya menjadi tempat penyimpanan jilbab.

Cata menaruhnya jangan ditumpuk. Tetapi, dengan cara digulung dan ujungnya menghadap ke atas. Dengan cara seperti itu, akan mempermudah saat mengambil jilbab untuk dipakai.

Perlu diingat. Jangan menggulung jilbab terlalu padat jika Anda tidak ingin bekas gulungan membekas di kerudung.

2. Menggunakan Gantungan di Balik Pintu

Gantungan ini sama seperti yang ada di toko jilbab yang ada dipasaran. Tapi, memang jarang sekali yang menjual gantungan ini. Kemungkinan harus pesan ke pengrajin. Gantungan ini tentu tidak selalu dipasang di balik pintu, bisa menaruhnya di tembok, ruang tengah, atau dimanapun.

3. Hijab Hanger dengan Bulatan banyak

Barang ini sudah cukup dikenal di banyak tempat dan banyak orang. Bisa ditemukan juga dibanyak tempat, seperti di pasar, hingga online shop. Fungsi hanger ini sendiri seperti gantungan pada umumnya. Bisa digantung di dalam lemari pakaian atau dibalik pintu kamar

Tipsnya, jangan melipat kerudung terlalu padat, apalagi memasukannya ke dalam lubang dengan paksa. Selain bisa menyisakan bekas lipatan itu juga bisa merusakbahan dengan cepat.

4. Manfaatkan Tangga yang Tidak Terpakai

Jika melihat tangga, pasti sudah terpikirkan bukan bagaimana cara menyusun jilbabnya. Tapi, perlu diperhatikan, tangga yang digunakan jangan yang sudah keropos, mudah meninggalkan warna seperti bahan kayu, atau besi yang berkarat. Karena jika tidka diperhatikan seperti apa bahan yang akan digunakan, justru akan merusak semua koleksi jilbab kita

Dalil Tentang Orang Munafik Dan Cara Menghindarinya

dalil tentang orang munafikDalil Tentang Orang Munafik Dan Cara Menghindarinya, Orang munafik biasanya menggunakan lisannya untuk berdusta, mengaku dirinya telah beriman padahal tidak. Mencoba tampil manis di depan orang orang agar mereka terkecoh dengan pencitraan. Padahal pada akhirnya Allah lah yang akan mengecoh kaum munafik tersebut:

“Apabila mereka menjumpai orang orang mukmin, mereka berkata, ‘Kami telah beriman.’ Namun jika mereka menyendiri beserta dedengkot dedengkotnya, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami di pihak kalian. Hanya saja kami hendak mengolok olok kaum mukmin.’ Allah akan mengolok olok mereka dan menelantarkan mereka dalam kedurhakaan, sedangkan mereka dalam keadaan bimbang” (QS. Al Baqarah: 14 15).

Sobat, mengapa sobat perlu sekali menjauhi sifat munafik? Ya, tentu saja karena orang munafik takkan memperoleh pertolongan Allah. Bahkan tempat tinggal orang munafik adalah di dasar neraka: “Sesungguhnya orang orang munafik itu akan dicampakkan ke dalam kerak neraka dan kamu tidak akan melihat mereka memperoleh penolong.” (QS. An Nisaa: 145) Oleh sebab itu, berikut ini 14 Cara Agar Terhindar dari Sifat Munafik yang bisa sobat lakukan untuk menjauhi sifat munafik dari diri sobat :

1. Shalat berjama’ah

Terutama untuk kaum laki laki, shalat berjamaahlah di masjid dengan tepat waktu misalnya menjalankan keutamaan shalat subuh di masjid secara berjamaah! Hal ini akan membebaskan sobat dari sifat nifak atau kemunafikan. “Siapa yang menunaikan shalat berjama’ah selama 40 dengan memperoleh takbiratul ihram imam, maka ia akan ditetapkan terbebas dari dua hal, yakni terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan.”(HR At Tirmidzi).

Bagaimana bisa shalat berjamaah menghindarkan sobat dari sifat kemunafikan? Tentu saja karena tak mudah memastikan diri bisa selalu mendapat takbiratul ihram Imam, yakni shalat berjamaah dengan tepat waktu. Orang munafik biasa melakukan amalan kebaikan sekadar untuk dilihat manusia, pasti sulit baginya bersungguh sungguh shalat tepat waktu.

2. Perbanyak bersedekah

Sedekah merupakan bukti” (HR Muslim). Bukti di sini maksudnya adalah bukti akan keimanan namun dengan uang halal ya sobat, hindari uang haram sebagaimana pada hukum sedekah dengan uang haram. Orang munafik biasanya enggan bersedekah, kecuali jika untuk mengangkat citra dirinya atau semata mata untuk pembentukan imej baik dirinya. Maka, jika sobat ingin menjauhkan diri dari sifat munafik, perbanyaklah bersedekah, baik sedekah yang nampak maupun yang sembunyi sembunyi.

3. Memperbanyak zikir

Dan mereka tidak berzikir kecuali sedikit.’ (QS: 3: 142)” Orang munafik hatinya lalai dari mengingat Allah sebab terdapat keutamaan dzikir pagi dan petang. Oleh sebab itu jika sobat mengharapkan terjauh dari sifat nifak, hendaknya memperbanyak berzikir mengingat Allah, baik di tengah keramaian maupun di kala sendirian.

 

4. Membiasakan akhlak terpuji

Ada dua sifat yang tidak akan pernah tergabung dalam hati orang munafik: perilaku luhur dan pemahaman dalam agama”(HR At Tirmidzi) Akhlak yang baik serta pemahaman agama yang mendalam takkan bisa dimiliki oleh orang munafik. Maka berlakulah dengan akhlak baik yang terpuji, itulah alasan pentingnya akhlak mulia menurut islam!

5. Biasakan membantu orang lain

Contoh sederhana mungkin sering sobat baca dalam buku pelajaran tentang moral sesuai dengan ayat Al Qur’an tentang membahagiakan orang lain, misalnya ketika melihat orangtua yang akan menyebrang jalan, bantulah ia menyebrang. Ketika melihat ibu hamil di kendaraan, berilah tempat duduk. Ketika melihat wanita kesulitan membawa barang berat, bantulah membawakan! Sobat, meski tampak sederhana, namun akhlak baik yang dikerjakan secara konsisten akan jauhkan sobat dari sifat kemunafikan.

6. Shalat di Awal Waktu

Bersegera melaksanakan shalat jika waktunya telah tiba dan berusaha mendapatkan takbiratul ihram imam shalat jamaah di masjid. Hal ini mengingat hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Siapa yang menunaikan shalat berjama’ah selama 40 dengan memperoleh takbiratul ihram imam, maka ia akan ditetapkan terbebas dari dua hal, yakni terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan” (HR At Tirmidzi).

7. Banyak membaca ilmu agama

Berakhlak baik dan memperdalam agama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua sifat yang tidak akan pernah tergabung dalam hati orang munafik: perilaku luhur dan pemahaman dalam agama” (HR At Tirmidzi).

8. Menjauhi sifat kikir

Bersedekah dan jangan kikir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sedekah merupakan bukti” (HR Muslim). Bukti di sini maksudnya bukti akan keimanan. Oleh karena itu, orang munafik tidak suka bersedekah karena tidak adanya iman yang mendasarinya.

9. Shalat tahajud

Menghidupkan shalat malam. Adalah Qatadah pernah berkata, “Orang munafik itu sedikit sekali shalat malam.” Hal tersebut karena orang munafik hanya akan semangat beramal jika ada orang yang menyaksikannya. Jika tidak ada, maka motifasi untuk beramal shalih pun tiada. Maka jika ada seorang hamba mendirikan shalat malam, maka itu menjadi bukti bahwa dalam dirinya tidak ada sifat nifak dan menjadi bukti keimanannya yang benar.

10. Jihad di jalan Allah

Jihad di jalan Allah, Imam Muslim menceritakan dari Abu Musa Al Asy’ari, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mati dalam keadaan tidak pernah berperang dan tidak pernah terbetik dalam dirinya, maka ia mati di atas cabang kemunafikan.” An Nawawi menjelaskan, “Maksudnya, siapa yang melakukan hal ini, maka ia dianggap telah menyerupai orang orang munafik yang tidak melaksanakan jihad.”

11. Banyak mengingat Allah

Memperbanyak zikir merupakan cara mengingat Allah, Ka’b menyatakan, “Orang yang memperbanyak zikir, akan terlepas dari sifat nifak.” Sedangkan Ibnul Qayyim menulis, “Sejatinya banyak zikir merupakan jalan aman dari kemunafikan. Sebab, orang orang munafik sedikit berzikir. Allah berfirman tentang orang orang munafik, ‘Dan mereka tidak berzikir kecuali sedikit.’ (QS: 3: 142)” Sebagian sobat pernah ditanya, “Apakah sekte Khawarij itu munafik?” Maka dijawablah, “Tidak. Orang munafik itu sedikit berzikir.”

12. Berdoa

  • Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis shalatu was sallam,

Jauhkanlah diriku dan anak keturunanku dari mennyembah berhala. Ya Allah, berhala berhala itu telah menyesatkan banyak orang. (QS. Ibrahim: 35 – 36).

  • Memohon hidayah dan taufiq

Hakekat memohon hidayah, berarti memohon untuk diberikan jalan istiqamah di atas kebenaran dan dilindugi dari setiap kekufuran dan kemunafikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca doa, Ya Allah, aku memohon kepada Mu hidayah, ketaqwaan, terjaga kehormatan, dan kekayaan…(HR. Ahmad 3950 & Muslim 7079).

  • Doa dari kekufuran dan kemunafikan

 “Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, kedurhakaan, kemunafikan, sum’ah, dan riya’.”Doa ini diriwayatkan oleh al Hakim (1944) dan dishahihkan al Albani. Perlindungan dari syirik, yang disadari maupun yang tidak disadari , Ya Allah, aku berlindung kepada Mu, jangan sampai aku menyekutukan Mu sementara aku menyadarinya, dan aku memohon ampun kepada Mu untuk yang tidak aku sadari. Doa ini dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebutkan tentang bahaya syirik,

Demi dzat yang jiwaku berada di tangan Nya, sungguh syirik itu lebih samar dibandingkan jejak kaki semut. Maukah kutunjukkan kepada kalian satu doa, jika kalian mengucapkannya, maka syirik akan menjauhimu yang sedikit maupun yang banyak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa di atas. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad 716 dan dishahihkan al Albani).

  • Doa sobat Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu,

Beliau rajin membaca doa  berikut, Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari kekufuran dan kefakiran… ya Allah aku berlindung kepada Mu dari adzab kubur… laa ilaaha illaa anta… Sobat Abu Bakrah membaca ini diulang 3 kali setiap pagi dan sore. Ketika beliau ditanya alasannya, beliau mengatakan, Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa dengan doa ini, dan aku ingin meniru sunah beliau. (HR. Abu Daud 5092, Nasai 5482 dan dihasankan al Albani).

 

13. Ikhlas atas apa yang diberikan Allah

Sebagaimana disebutkan dalam hadits mengenai sifat munafik, “Jika berjanji, maka ia ingkari. Jika berbicara, ia berdusta. Jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi. Jika diberi amanat, ia khianat.” Ini semua termasuk amalan kemunafikan. Siapa yang membiasakan sifat sifat termasuk, maka ia bisa terjatuh pada kemunafikan yang besar. Wal’iyadzu billah (kepada Allah lah sobat berlindung).

14. Mohon perlindungan dari godaan syetan

Hati hati akan godaan setan karena setan terus memerintahkan untuk lalai dalam ibadah. Setan membisikkan, tidaklah perlu untuk shalat, tidaklah perlu untuk beribadah. Setan juga membisikkan, jangan melakukan shalat sunnah, nanti terjangkiti riya’. Bisikan setan

semacam ini wajib disingkirkan dan tidak perlu dipedulikan. Kalau tidak dipedulikan bisikan tersebut, maka tidak akan membahayakan sobat. Walhamdulillah. Setiap perkataan sobat mestilah jujur, hendaklah sobat menepati janji, menunaikan amanah, tidak berbuat zalim ketika berselisih.

Tips Cara Memperoleh Ketenangan Hati Dalam Islam

Kunci ketenangan batin menurut islam,		  Hadits tentang ketenangan hati,		  Ketenangan jiwa dan penyerahan diri menurut islam,     Tips mencari ketenangan hati dan pikiran menurut islam,  Rahasia ketenangan jiwa2 menurut islam,  Tips mencari ketenangan hati dan pikiran menurut islam Tips Cara Memperoleh Ketenangan Hati Dalam Islam, Setiap manusia pasti mendambakan ketenangan batin. Namun sayang, banyak orang yang menempuh jalan salah untuk memperoleh kesenangan seperti pergi ke diskotik, mabuk-mabukan, dan sejenisnya. Padahal perbuatan tersebut justru merugikan dan hanya menghilangkan kesedihan untuk sesaat. Jika kita mampu memahami ajaran agama, sebenarnya islam telah memberikan solusi-solusi untuk mengatasi persoalan hidup. Misalnya saja untuk menenangkan hati, kita dianjurkan memperbanyak dzikir, bersabar, shalat, dan berpikiran positif.

Nah, dibawah ini beberapa cara menenangkan hati dalam islam:

  1. Memperbanyak Dzikirullah

Berbagai macam urusan duniawi dan kesibukan tiada akhir terkadang membuat seseorang lupa akan mengingat Tuhannya. Hingga pada saat ia ditimpa masalah, maka hatinya akan dipenuhi dengan kekalutan. Lalu bagaimana jika hal ini sudah terjadi? Apa yang bisa dilakukan? Apakah duduk termenung sambil mendengarkan musik bisa menenangkan hati? Tidak!

Ketahuilah, hati yang sedih dan bimbang hanya bisa diobati dengan berdzikir kepada Allah SWT. Jangan sampai hati menjadi kosong, sebab ketika hati terasa kosong maka iblis akan merasuk kedalamnya membisikkan hal-hal buruk dan membuat diri semakin bersedih. Allah SWT berfirman dalam surat Ar Ra’du ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Dengan memperbanyak amalan dzikir, bertasbih (menyebut nama-nama Allah) secara terus-menerus di waktu pagi dan petang maka hati menjadi sejuk, damai dan kita akan memperoleh ketentraman yang hakiki. Sebagaimana firmannya dalam surat Thaa-Haa ayat 130 :

فَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ ٱلشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ ءَانَآئِ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ ٱلنَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

“Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (Thaa-Haa: 130).

  1. Berwudhu dan shalat

Selama ini kita mengetahui bahwa berwudhu berfungsi untuk mensucikan diri dari najis dan hadas. Namun tahukah anda, berwudhu juga bisa jadi penawar racun hati. Disaat sedih dan gelisah, kita dianjurkan untuk berwudhu sehingga dosa-dosa akan luntur dan jiwa lebih tenang. Sebab Allah SWT menyukai orang-orang yang mensucikan diri (berwudhu), sebagaimana firmnan-Nya:

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ…..

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Setelah berwudhu, kita disarankan melakukan Shalat. Dengan shalat, kita tidak hanya memenuhi rukun iman tetapi juga melindungi diri dari penyakit-penyakit hati. Bila kita bisa shalat dengan khusyu’ dan tidak tergesa-gesa, insyaAllah ketenangan batin bisa dicapai.

  1. Membaca Al-Quran

Al Quran merupakan pedoman umat muslim sekaligus penenang hati. Orang-orang yang senantiasa membasahi lidahnya dengan lantunan ayat-ayat suci lalu mengamalkan Al-Quran di kehidupannya, niscaya jiwanya akan tentram.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)

  1. Senantiasa sabar dan ikhlas

Sabar dan ikhlas adalah kunci untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Sesungguhnya musibah, kemiskinan, serta penyakit yang datang pada diri kita adalah ujian dari Allah SWT. Barang siapa mampu bersabar dan menerimanya dengan ikhlas, maka Allah akan memberikan ketentraman di hatinya. Rasa sabar itu akan menjadi ladang pahala dan kebahagian bagi mereka. Sebagaimana firmannya dalam surat Al-Baqarah ayat 155-157:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

  1. Berprasangka Baik terhadap Allah SWT

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman “Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku. (Muttafaqun ‘alaih)” Hadist ini mengajarkan kepada setiap muslim untuk selalu berprasangka baik (huznuzhon) dan berharap kepada Allah SWT.

Ketika kita bersedih, lalu berdoa. Kita harus yakin doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Jangan sampai berpikiran bahwa Allah tak mencintai kita. Berdoa bisa membuat hati jadi tenang. Percayalah Allah pasti mengabulkan doa, asalkan kita juga bertaqwa dan beriman kepadaNya.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah: 186)

  1. Memperbanyak rasa syukur

Ketika seorang hamba bersyukur atas apa yang ia miliki, tidak iri dengan kehidupan orang lain, maka Allah SWT akan menambahkan kenikmatan dalam diri orang tersebut. Baik berupa nikmat harta, kesehatan, dan nikmat ketenangan jiwa. Oleh karena itu, perbanyaklah bersyukur karena syukur bisa membuat hati terasa lapang dan terhindar dari penyakit iri dan dengki.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Itulah beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menenangkan hati. Yang terpenting, kita harus yakin bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Kesulitan itu tidak boleh menjadikan diri kita lemah. Allah SWT berfirman dalam surat Al-insyirah ayat 5 yang artinya “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Maka dari itu, jangan sampai kita memelihara kesedihan berlarut-larut ataupun berputus asa.

Cara Mengatasi Shalat Yang Tidak Khusyu Karena Alat Sholat

Cara Mengatasi Shalat Yang Tidak KhusyukCara Mengatasi Shalat Yang Tidak Khusyu Karena Alat Sholat, Ada yang mengatakan, jika shalat khusyuk itu sulit dicapat. Rakaat satu dan dua masih bisa khusyuk, rakaat tiga mulai peka terhadap suara tv, rakaat 4 sudah siap sedia pergi di atas sejadah.

Penyebab tidak khusyuknya shalat, selain daripada tidak paham makna dari bacaan, adakalanya disebabkan oleh sejadah dan mukena yang tidak nyaman.

Karena badan keringetan, bahan mukena tidak nyaman, atau sajadah yang keras. Meski sebenarnya jika seseorang itu bisa mengendalikan dirinya untuk beribadah kepada Allah takan terhalang apapun, tapi alangkah baiknya untuk yang sulit khusyuk segeralah ganti alat shalatnya.

Semua itu akan dijelaskan pada beberapa tips agar mengurangi kemungkinan shalat tidak khusyuk akibat alat shalat.

1. Sajadah

Sajadah sangat berpengaruh terutama untuk pijakan kaki dan jidat. Pastikan sajadah memiliki bahan yang nyaman. Selain itu ketebalan sajadah pun biasanya mempengaruhi nyamannya jidat ketika bersujud.

2. Mukena

Ini sangat penting untuk wanita. Harusnya setiap mukena itu berbahankan lembut dan menyerap keringat. Pasalnya tak jarang bahan yang membuat gerah menjadi penyebab tak betah terlalu lama memakainya.

3. Sarung yang Nyaman, Bukan Sutra

Sarung ini, penting buat laki-laki untuk shalat. Bahan yang kasar pun akan membuat gatal, bisa-bisa sepanjang shalat sibuk garuk-garuk. Tapi tidak juga jangan sarung yang terlalu halus bahannya sehingga mudah melorot, apalagi bahan sutra. Sarung yang berbahan katun lebih nyaman digunakan untuk shalat.

4. Peci dan Sorban

Memakai peci dan sorban memanglah sunnah Rasulullah. Sunnah berarti jika dijalankan akan menambah pahala dan jika tidak dilakukan tidak membuat dosa. Tentunya, semua sunah bermanfaat.

Tapi, ada baiknya pilih peci dan sorban yang memungkinkan tidak mengganggu kekhusyuan shalat. Seperti peci yang tidak mudah jatuh.